top of page

Deteksi Dini Lebih Dekat: Skrining Kanker Payudara Lewat Tenaga Kesehatan On-Demand

  • Gambar penulis: Elizabeth Santoso
    Elizabeth Santoso
  • 24 Jun
  • 2 menit membaca

Kanker payudara masih menjadi salah satu penyebab utama kematian perempuan akibat kanker di Indonesia. Padahal, jika terdeteksi sejak dini, peluang kesembuhan kanker payudara bisa mencapai lebih dari 90%. Sayangnya, masih banyak perempuan yang tidak menjalani skrining secara rutin karena keterbatasan waktu, jarak ke fasilitas kesehatan, minimnya edukasi, serta rasa takut atau malu. Di sinilah peran tenaga kesehatan on-demand menjadi solusi inovatif untuk menjembatani kesenjangan layanan kesehatan tersebut. 


Tenaga kesehatan on-demand merujuk pada tenaga medis profesional, seperti perawat, bidan, atau dokter umum, yang dapat dipanggil sesuai kebutuhan melalui aplikasi atau platform digital. Dengan konsep layanan langsung ke rumah atau lokasi pengguna, model ini memberikan fleksibilitas dan kenyamanan bagi perempuan yang kesulitan mengakses layanan kesehatan konvensional. 


Dalam konteks skrining kanker payudara, tenaga kesehatan on-demand dapat melakukan edukasi tentang pentingnya deteksi dini, memberikan pelatihan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), serta melakukan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS). Jika ditemukan tanda yang mencurigakan, tenaga kesehatan dapat langsung merujuk pasien ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap untuk pemeriksaan lanjutan seperti USG atau mammografi. 


Keuntungan utama dari pendekatan ini adalah terciptanya layanan yang lebih personal dan ramah pengguna. Banyak perempuan merasa lebih nyaman melakukan skrining dalam lingkungan privat, terutama jika mereka dilayani oleh petugas yang ramah dan terlatih secara gender-sensitif. Di sisi lain, layanan ini juga menjangkau komunitas-komunitas yang jauh dari rumah sakit, termasuk perempuan pekerja informal, ibu rumah tangga, hingga kelompok perempuan di wilayah semi-perkotaan dan pedesaan. 


Integrasi antara teknologi dan layanan on-demand juga membuka peluang untuk pendataan dan pemantauan yang lebih baik. Melalui aplikasi, pengguna dapat menerima pengingat jadwal skrining berkala, akses informasi kesehatan, dan rekam medis digital yang tersimpan aman. Hal ini meningkatkan keterlibatan perempuan dalam menjaga kesehatannya secara mandiri. 


Namun, tantangan tetap ada, seperti keterbatasan jumlah tenaga kesehatan terlatih, biaya operasional, serta kebutuhan edukasi digital pada masyarakat luas. Untuk itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, swasta, organisasi perempuan, dan startup kesehatan untuk mengembangkan ekosistem layanan skrining yang berkelanjutan dan inklusif. 


Secara keseluruhan, tenaga kesehatan on-demand menghadirkan pendekatan baru yang adaptif dan efektif dalam meningkatkan angka deteksi dini kanker payudara. Dengan mengutamakan kenyamanan, aksesibilitas, dan pemberdayaan perempuan, model ini dapat menjadi pilar penting dalam strategi kesehatan publik yang lebih merata dan responsif terhadap kebutuhan gender.

1 Komentar


Filecr Softs
Filecr Softs
25 Jun
  • يقدم Sigma4PC أدوات قياس حرارة المكونات لحظيًا.

Suka
bottom of page